Senin, 06 April 2009

Asuhan Keperawatan Trauma Ekstremitas


Trauma pada satu bagian system musculoskeletal atau trauma ekstremitas dapat menyebabkan disfungsi struktur di sekitarnya dan struktur yang dilindungi atau disangganya serta kerusakan pada otot, pembuluh darah dan saraf.
Trauma otot dan tulang dapat terjadi tanpa atau disertai trauma system lain. Bila hanya ekstremitas yang mengalami trauma biasanya tidak dianggap sebagai prioritas pertama.

Mekanisme cedera/trauma antara lain tabrakan/kecelakaan kendaraan bermotor, penyerangan, jatuh dari ketinggian, cedera waktu olah raga, cedera waktu bersenang-senang atau waktu melakukan pekerjaan rumah tangga.

PATOFISIOLOGY

KEHILANGAN DARAH

Bila tulang dan sendi berpindah posisi dapat menekan pembuluh darah dan syaraf-syaraf sekitar sehingga menyebabkan perubahan-perubahan patofisiologys dibagian distal injuri. Terjadi obstruksi aliran darah arteri, oksigenasi jaringan berkurang, mengakibatkan iskemik jaringan dan kematian sel. Selama proses ini, rasa sakit semakin bertambah, denyut arteri semakin sulit teraba dan anggota gerak menjadi pucat, sianosis, dingin, waktu capillary refill melambat.

TRAUMA JARINGAN LUNAK
Kerusakan kulit dapat menimbulkan gangguan cairan tubuh, elektrolit, atau pengontrolan suhu, dan menjadi jalan masuk mikroorganisme yang akan menyebabkan infeksi, terutama bila didapat jaringan yang nekrosis.

DEFISIT NEUROLOGIS
Bila syaraf mengalami tekanan/robekan, konduksi akan terputus dan relay impuls syaraf akan berkurang, akibatnya terjadi trauma syaraf dengan gejala-gejala hilangnya fungsi motorik dan sensorik parsial atau komplit.

TRAUMA OTOT DAN TULANG YANG PENTING:

TRAUMA SENDI

Dislokasi sendi dapat menimbulkan
gangguan neuromuscular dan fraktur s
struktur lainnya

FRAKTUR FEMUR
Fraktur femur dapat terjadi akibat major
trauma seperti jatuh, tabrakan kendaraan
bermotor atau tembakan misil yang
menyebabkan luka-luka penetrasi.

FRAKTUR TERBUKA
Fraktur terbuka dianggap terkontaminasi
karena benda- benda asing dari luar/bakteri
dapat masuk kedalam luka

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PENDERITA TRAUMA EKSTREMITAS

PENGKAJIAN

1. Bagaimana mekanisme cederanya ?
2. Sudahkah diintervensi sebelum dibawa ke RS,
misalnya dilakukan splinting ?
3. Apakah sebelum ini penderita mengalami masalah/
penyakit tulang?

PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi :
Perubahan Bentuk
Perubahan Posisi
Warna
Palpasi :
Pain, Pallor, Pulses, Paresthesia, Paralysis.

Prosedur Diagnostik

1. Roentgenography / X - ray
2. Angiografi
3. Bone Scaning
4. MRI (magnetic Resonance Imaging)
5. EMG (Elektro MyoGraphy)

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Defisit volume cairan tubuh yang
berhubungan dengan haemorrhage
2. Kegagalan mobilitas yang berhubungan
dengan trauma tulang, jaringan lunak,
syaraf ; rasa sakit ;edema; alat imobilisasi
luar; terbatasnya pergerakan tulang yang
cedera
3. Resiko infeksi yang berhubungan dengan
terganggunya keutuhan kulit, luka
terkontaminasi, dan perfusi jaringan
terganggu.
4. Nyeri akut yang berhubungan dengan
cedera dan kompresi pada jaringan lunak;
fraktur; strecting dan edema jaringan;
gangguan neurovascular; prosedur/tindakan
invasif.

PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI

1. Atasi perdarahan
2. Ekstremitas yang cedera displint dan diimobilisasi
3. Kompres es untuk mengurangi bengkak dan sakit
4. Angkat ekstremitas diatas level jantung untuk
mengurangi bengkak dan sakit.
5. Beri Analgetik
6. Pertimbangkan anaesthesi/analgetik local. Siapkan
stabilisasi definitive; traksi, memasang gips, fiksasi
internal/eksternal bilamana ada indikasi.
7. Berikan dukungan psychososial pada pasien dan
keluarganya
8. Siapkan untuk tindakan operasi, opname (rawat inap),
maupun transfer ke fasilitas yang lebih lengkap bila
diperlukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar